Posted by: kidemang | 2nd Sep, 2008

Bulan Penuh Investasi

Ramadhan adalah bulan penuh hikmah, bulan penuh ampunan, serta mungkin masih banyak sebutan bernafas religi lainnya untuk bulan yang diagungkan oleh umat islam ini. Untuk ini, saya hanya berkeyakinan atas segala sebutan religi tadi pasti bersumberkan dasar-dasar ajaran yang jelas. Setidaknya demikianlah Bulan Suci Ramadhan bagi umat Islam pada umumnya, minimal yang saya tahu.

Jikalau saya melihat lebih jauh lagi, Bulan ini pun telah membangun budaya tersendiri di negeri ini. Bagaimana tidak, karena memang sebagian besar penghuni negeri ini adalah penganut ajaran Isam. Sebut saja budaya ngabuburit, budaya ta’jil, buka bersama, serta mungkin masih ada budaya lain yang luput dari lintasan ingatan saya. Sejauh saya memandang, saya hanya berkeyakinan bahwa budaya itu lahir dari nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal.

Sebagai tradisi tahunan, Ramadhan tentu memiliki pengaruh terhadap hal-hal yang berlaku di negeri ini. Dari soal libur awal puasa (masih ada gak yah) sampai pada pengurangan jam kerja kantor di instansi pemerintahan. Semua itu merupakan bentuk apresiatif pemerintah terhadap tradisi tahunan Ramadhan. Karena memang rata-rata orang menjalankan ibadah puasa. Dan saya percaya semua itu dilakukan atas dasar tinjaun yang sangat matang.

Berpengaruhkah ini terhadap perusahaan? Menurut saya seharusnya berpengaruh. Dan penyikapan atas pengaruh bulan puasa sangat berbeda-beda. Pernah suatu ketika saya menjumpai sebuah perusahaan yang memanfaatkan bulan puasa ini sebagai momen investasi. Kenapa demikian? Salah satu member tim inti di perusahaan itu menjelaskan bahwa mereka melakukan investasi berupa pengayaan konsep dan ide di bulan ini.Mereka tidak memasang target capital di bulan itu, sekenanya saja. Bukankah biasanya banyak perusahaan yang justru sibuk mengejar capital untuk menutupi biaya-biaya seperti THR misalnya? Ketika saya tanya ini, member perusahaan itu hanya tersenyum dan menjawab “kami telah menyisihkan di bulan-bulan sebelumnya Mas, bulan ini memang biasa kami lakukan untuk perbaikan dan investasi pada SDM kami.”

Sungguh kagum saya dengan jawaban beliau. Salah satu pertimbangan dalam perusahaan itu adalah bulan ini adalah bulan khusus, dimana orang menjalankan sebuah ibadah yang memang Tuhan sendiri yang menilainya. Dan perusahaan itu tidak ingin menjadi faktor penghalang khusu’nya suasana ibadah puasa yang dijalani oleh orang-orang yang bekerja disana. Namun juga tidak berarti tidak mendapatkan value sama sekali dari apa yang meraka terapkan. Mereka lebih banyak mengisi Ramadhan dengan berdiskusi, membahas konsep, serta mengevaluasi dari pencapaian hasil selama ini dengan sandaran obyektivitas. Terihat sekilas sebagai sebuah pengorbanan, namun sebenarnya adalah sebuah investasi.

Posted by: kidemang | 28th Aug, 2008

Ketika

Ketika prestasi diukur dengan kesibukan yang luar biasa.

Ketika Pahlawan diukur dari keberanian untuk mengorbankan keluarga dan orang terdekat.

Ketika  Hal Penting adalah nilai kapitalisasi.

Ketika Nilai Manusia tidak lebih dari kapital yang mampu dia hasilkan.

Ketika hasil yang ditunggu tidak kunjung datang.

Ketika masalah datang bertubi-tubi.

Ketika kesempurnaan tidak pernah menghampiri.

Ketika kesuksesan seolah sesuatu yang selalu bergerak tanpa bisa diraih.

Ketika semuanya semakin larut dalam mimpi-mimpi semu.

Ketika anak dan pasangan hanya mengenal sebagai orang yang membiayai hidup.

Ketika yang penting menjadi tidak penting.

Ketika yang sederhana jadi rumit.

Ketika ketakutan hilangnya eksistensi menghampiri.

Ketika keculasan mulai dijalankan.

Ketika manusia tidak lagi menjadi manusia.

Older Posts »

Categories